Situs Resmi 

Click here to edit subtitle

Indonesia pernah mengalami masa kejayaan komik pada sekitar tahun 70-an.

Pada masa itu, hampir semua orang menggandrungi komik silat, yang seolah-olah telah menjadi bagian dari masyarakat saat itu.


Begitu pula dengan komik-komik karya Hans Jaladara.

Beberapa komik karyanya juga digemari oleh masyarakat pada masa itu, sebut saja komik  Panji Tengkorak, Walet Merah, Si-Rase Terbang, Pandu Wilantara, Dian dan Boma, Duel Terakhir, dan masih banyak lagi.


Sesudah zaman keemasan komik silat klasik mulai berakhir, Hans Jaladara tetap membuat karya-karya komik baru. Selain itu, Hans juga membuat ilustrasi buku, lukisan cat minyak, cat air, pastel, dan lain sebagainya.


Masa Muda Hans

Hans lahir pada tahun 1947 di Yogya, dari pasangan Haliman Linggodigdo dan Yana Martina. Ayah Hans adalah seorang guru. Tak hanya mengajar, Ayah Hans juga sempat menulis cerita-cerita pendek untuk majalah (salah satunya Majalah Gadis), novel, hingga akhirnya menerbitkan buku/komik sendiri, dengan nama UP. Lingga Budaja.

Hans memiliki 3 orang saudara kandung, yaitu 1 kakak laki-laki (alm), 1 kakak perempuan bernama Inggriani, dan 1 adik perempuan bernama Eveline Linggodigdo. Hans tumbuh dan besar di Jakarta. Kemampuannya menggambar membuat Hans kerap menggambar pada saat pelajaran di sekolah. 

Ada satu kisah unik, pada suatu kali Hans mendapatkan nilai nol untuk pelajaran menggambar. Ayah Hans yang mengetahui bahwa Hans pandai menggambar, segera menanyakan pada guru di sekolah, mengapa Hans bisa mendapat nilai nol untuk pelajaran menggambar? Ternyata, pada saat pelajaran menggambar tersebut, Hans sibuk membuatkan gambar untuk teman-temannya sehingga tidak mengerjakan pekerjaannya sendiri. 


Hans sempat kuliah beberapa tahun, sebelum akhirnya memilih untuk meninggalkan kuliahnya dan membuat komik. Terlebih Hans memang hobi membuat komik yang kala itu sedang diminati banyak orang dan menghasilkan cukup banyak pemasukan.


Pada tahun 1975, Hans menikah dengan gadis Kebumen bernama Risna. Dari pernikahannya Hans dikaruniai 2 orang anak perempuan, yang diberi nama Maureen Maybelle dan Elizabeth Visandra. Kini putrinya, Elizabeth telah menikah dengan Teddy Susanto dan dikaruniai 2 orang anak.


Awal mula membuat komik

Sebelum membuat komik silat, Hans membuat komik-komik drama. Karya-karyanya itu terbit pada sekitar tahun 1960 - 1970. Komik pertamanya berjudul 'Hanya Kemarin.' 

Beriku adalah judul-judul komik drama karya Hans: Hanya Kemarin, 1 Dalam 1000, Senyum Abadi, Hadiah Natal, Mawar Berdarah, Surga yang Hilang, Berpupus Manusia Berusaha Tuhan Berkuasa,Tantangan Hidup Kisah Di Akhir Tahun, Kelam Kabut, Kasih di Pulau Dewata, Ditektip & Spionase, Kuserahkan Hatiku Kepadanya, Duel Alibi.


Saat komik karya Ganes TH mulai booming, Hans pun ditantang penerbit untuk membuat komik silat. Maka ia pun membuat komik yang berbeda, berjudul 'Panji Tengkorak'. Tak disangka komik itu disukai sehingga ia pun mulai membuat komik-komik selanjutnya.

Beberapa judul komik silat Hans dari tahun 1968 - 2000an, antara lain:

Panji Tengkorak, Walet Merah, Si-Rase Terbang , Pandu Wilantara, Kembalinya si Rase Terbang

Dian dan Boma, Drama di Gunung Sanggabuana, Duel Terakhir, Intan Permata Rimba


Setelah masa kejayaan komik surut, Hans juga masih mendapat tawaran membuat komik. Tak lagi silat, namun sesuatu yang berbeda. Komik itu terbit pada sekitar tahun 1980-an. Judul-judul komik itu antara lain: Wonder V, Roy, Zira, Wijaya Kusuma, Pangeran dan Putri Jin, Hikayat Dewi Kwan Im (dengan nama samaran: Lim CH), Monyet Batu

UP Lingga Budaja

Tahun 1960-70an, saat komik silat semakin digemari, ayah Hans, Haliman Linggodigdo, berinisiatif untuk membuka usaha penerbitan sendiri. Dengan meminjam modal dari salah satu adiknya, Sidharta Liman, yang kala itu menjabat sebagai Wakil Direktur sebuah bank swasta, ayah Hans pun mendirikan usaha penerbitan 'rumahan' dengan nama UP Lingga Budaja. 

Berbagai komik karya Hans yang diterbitkan oleh UP Lingga Budaja, dicetak hingga ribuan eksemplar dan didistribusikan melalui agen-agen hingga ke luar Jawa.

Tak hanya menerbitkan komik Hans, UP Lingga Budaya juga menerbitkan komik-komik karya komikus lain, di antaranya Komik Nilam dan Kesuma - karya Ganes TH, komik-komik karya Troy TS, dan komikus-komikus lain.

Hans & Istri

Hans dan Pemeran Dewi Bunga pada film Panji Tengkorak tahun 1975, di Bali

Silat Klasik

Panji Tengkorak 

Walet Merah

Rase Terbang (Pedang Kayu Cendana)

Pandu Wilantara

Kembalinya si Rase Terbang

Dian dan Boma

Drama di Gunung Sanggabuana

Duel Terakhir

Intan Permata Rimba

Drama Klasik (Th 60-70an)

Hanya Kemarin 

1 Dalam 1000
Senyum Abadi 
Hadiah Natal
Mawar Berdarah 
Surga yang Hilang, 
BerpupusManusia Berusaha Tuhan Berkuasa,
Tantangan Hidup Kisah Di Akhir Tahun, 
Kelam Kabut, 
Kasih di Pulau Dewata, 
Ditektip & Spionase, 
Kuserahkan Hatiku Kepadanya,

Duel Alibi

Sesudah Tahun 1980


Wonder V

Roy

Zira

Wijaya Kusuma

Pangeran dan Putri Jin

Hikayat Dewi Kwan Im

Monyet Batu

Karya Ilustrasi


Dongeng Reny Yaniar

Dongeng HC Anderson

dan 

aneka macam dongeng kanak-kanak


Karya Seni Lukis


Cat Minyak

Cat Air

Pastel

Acrylic


Pameran Lukisan di Beberapa Tempat di Indonesia

Kegiatan Lain


Mengisi di Majalah Rohani Anak "KITA"

Pernah Mengajar Art di SPH Cikarang (th 2000-an)